Arsip Kategori: tafsir surat al-an’am ayat 1-6

Tafsir surat Al – An’am ayat 1 – 6

سُورَة الْأَنْعَام

Surat Al-An’am

Al-‘Aufi, Ikrimah, dan ‘Atha meriwayatkan dari Ibnu Abbas : Surat Al-An’am diturun kan di Makkah. Ath-Thabrany meriwayatkan dari Ibnu Abbas : Surat Al-An’am turun di Makkah pada waktu malam hari dengan sekaligus, dan bersama turunnya diiringi 70.000 Malaikat yang mengumandangkan tasbih di sekiarnya. As-Suddy meriwayatkan dari Murrah dari Abdullah : Surat Al-An’am turun dengan diiringi 70.00 Malaikat.

Al-An’am 1 – 6

بسم الله الرحمن الروحيم

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

(al-An’am ; 1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi,

Allah Ta’ala berfirman dengan memuji diriNya yang mulia, menyanjung diriNya atas penciptaan makhlukNya, langit, dan penciptaan bumi sebagai tempat tinggal untuk hamba-hambaNya.

وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ

dan mengadakan gelap dan terang

Dia menjadikan pula adanya gelap dan terang yang bermanfaat bagi hamba-hambaNya baik pada malam hari maupun siang hari.

Dalam ayat ini Allah menyebutkan kata gelap atau kegelapan dengan bentuk jamak (الظُّلُمَاتِ) sedangkan Dia menyebutkan kata terang dengan bentuk tunggal (النُّور). Yang demikian itu karena kemuliaannya, yaitu bahwa satu cahaya lebih mulia daripada banyaknya kegelapan.  Hal ini sama halnya dengan penyebutan kata kanan (الْيَمِين) dengan bentuk tunggal, dan kata kiri (الشَّمَائِل) degan bentuk jamak dalam firman Allah surat an – Nahl ayat 48 ;

عَنْ الْيَمِين وَالشَّمَائِل

ke kanan dan ke kiri

Dan juga firman Allah surat … yang menyebutkan jalan lurus (صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا) dengan bentuk tunggal, sedangkan penyebutan jalan lain selain jalan lurus itu dengan bentuk jamak (السُّبُل).

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُل فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيله

Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya (al-An’am ; 153)

Setelah penjelasan ringkas dan jelas tentang penciptaan langit dan bumi, terang dan kegelapan, kemudian Allah berkata :

ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka

Dengan firman Allah di penutup ayat 1 surat al-An’am ini, Allah berkata bahwa dengan semua penjelasan itu, sebagian hambaNya tetap saja kafir. Mereka menjadikan sekutu – sekutu dan tandingan – tandingan bagi Allah. Mereka juga menjadikan Allah memiliki istri dan anak. Maha Tinggi Allah dari semua anggapan itu setinggi-tingginya.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (al-An’am ; 2)

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah,

Yang dimaksud dengan menciptakan kamu dari tanah ini yakni Adam, yang merupakan nenek moyang dan asal mereka. Bermula Adamlah kemudian mereka lahir dan tersebar di timur dan barat.

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده

sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya),

Tentang firman Allah ini, Sa’id bin Jubair berkata, dari Ibnu Abbas :

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا

sesudah itu ditentukannya ajal, yaitu ajal kematian.

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده

dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya, yakni akhirat. Demikian diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, Zaid bin Aslam, Athiyyah, As-Suddy, Muqatil, Ibnu Hibban, dan selain mereka.

Dari Ibnu Abbas dan Mujahid tentang ayat tersebut :

ثُمَّ قَضَى أَجَلًا

sesudah itu ditentukannya ajal, yaitu masa dunia

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده

dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya, yaitu umur manusia sampai matinya.

Penafsiran seperti itu seakan mengambil dari firman Allah :

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (al-An’am ; 60)

Sedangkan firman Allah :

وَأَجَل مُسَمًّى عِنْده

dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya

Firman Allah عِنْده yang berarti disisiNya, berarti tidak ada yang mengetahuinya (tentang ajal itu) kecuali Dia.

Sebagaimana Firman Allah

إِنَّمَا عِلْمهَا عِنْد رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ

Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (al-A’raf ; 187)

Dan juga firmanNya

يَسْأَلُونَك عَنْ السَّاعَة أَيَّانَ مُرْسَاهَا فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا إِلَى رَبّك مُنْتَهَاهَا

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (an-Nazi’at ; 42 – 44)

ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Kemudian kamu masih ragu-ragu.

As-Suddy serta yang lainnya mengatakan bahwa maksudnya adalah : kamu sekalian masih meragukan tentang hari kiamat.

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. (al-An’am ; 3)

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ

Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi

Yakni Dialah Tuhan yang diseru, disembah baik di langit maupun di bumi. Dialah yang disembah dan diesakan, diakui sebagai Tuhan yang berhak diibadahi oleh semua yang ada di langit dan di bumi. Mereka menyembahNya dengan rasa takut dan pebuh harap, kecuali sebagian dari golongan jin dan manusia yang kafir.

Sebagaimana firman Allah

وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاء إِلَه وَفِي الْأَرْض إِلَه

Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi (az – Zikhruf ; 84)

Yakni Dialah Tuhan yang berhak disembah oleh semua yang ada di langit, dan Dia pula Tuhan yang berhak disembah oleh seluruh yang ada di bumi

يَعْلَم سِرّكُمْ وَجَهْركُمْ

Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan

 وَيَعْلَم مَا تَكْسِبُونَ

dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Yakni Dia Maha Mengetahui semua amalanmu, yang baik maupun yang buruk.

وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya). (al-An’am ; 4)

Dengan ayat ini, Allah memberitahukan tentang orang – orang musyrik yang mendustakan dan mengingkariNya, bahwa setiap kali datang kepada mereka ayat, yang merupakan bukti – bukti dan mukjizat serta hujjah-hujjah yang menunjukkan keesaan Allah dan kebenaran Rasul-RasulNya, maka dengan serta merta mereka berpaling darinya, tidak mau memperhatikannya, dan tidak mempedulikannya.

فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Sesungguhnya mereka Telah mendustakan yang Haq (Al-Quran) tatkala sampai kepada mereka, Maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. (al-An’am ; 5)

Ini merupakan kecaman dan ancaman keras bagi mereka atas pendustaan mereka terhadap kebenaran. Bahwa pasti akan datang (kebenaran) berita yang mereka dustakan itu, pasti mereka akan mendapati akibatnya, dan pasti mereka akan merasakan akibat dari perbuatan mereka.

Lalu Allah memberikan nasehat kepada meraka, akan datangnya adzab dan pembalasan dunia yang menimpa mereka sebagaimana telah terjadi pada orang – orang terdahulu, yaitu umat yang melakukan perbuatan serupa dengan perbuatan mereka. Sedangkan orang – orang sebelum mereka itu adalah orang – orang yang lebih kuat dari mereka, jumlah mereka lebih banyak, harta dan anak mereka juga lebih banyak, mereka juga lebih perkasa, dan kebudayaan mereka lebih maju.

Allah mengingatkan mereka dengan firmannya :

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang Telah kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) Telah kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah kami berikan kepadamu, dan kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, Kemudian kami binasakan mereka Karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (al-An’am ; 6)

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلهمْ مِنْ قَرْن مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْض مَا لَمْ نُمَكِّن لَكُمْ

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang Telah kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) Telah kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah kami berikan kepadamu,

Yakni bahwa harta dan anak-anak serta bangunan – bangunan generasi terdahulu itu lebih banyak dan lebih kokoh. Mereka memiliki pengaruh yang luas, kedudukan yang kuat, serta mereka juga memiliki bala tentara.

وَأَرْسَلْنَا السَّمَاء عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا

dan kami curahkan hujan yang lebat atas mereka

Yakni hujan lebat yang diturunkan dari langit secara berangsur-angsur.

وَجَعَلْنَا الْأَنْهَار تَجْرِي مِنْ تَحْتهمْ

dan kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka,

Yakni Kami perbanyak curah hujan dari langit, dan Kami alirkan sumber – sumber air bagi mereka. Semua itu sebagai istidraj untuk memuaskan mereka.

فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ

Kemudian Kami binasakan mereka Karena dosa mereka sendiri,

Mereka dihancurkan karena kesalahan mereka

وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدهمْ قَرْنًا آخَرِينَ

dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

Yakni Kami lenyapkan mereka dan Kami jadikan mereka sebagai bagian dari sejarah

وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدهمْ قَرْنًا آخَرِينَ

dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.

 Lalu Kami ciptakan generasi baru pengganti mereka untuk kami uji. Lalu mereka (generasi baru itu) melakukan perbuatan yang sama dengan generasi sebelumnya, sehingga kamu hancurkan pula mereka sebagaimana kami hancurkan generasi sebelumnya.

Maka berhati-hatilah kamu sekalian wahai orang-orang yang diajak bicara, janganlah kamu ditimpa seperti yang telah menimpa orang – orang sebelum kamu. Sesngguhnnya di hadapan Allah, kamu tidak lebih hebat dari orang-orang sebelum kamu. Sedang Rasul Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallah yang kamu dustakan itu lebih mulia di sisi Allah daripada Rasul – Rasul yang didustakan oleh orang-orang sebelum kamu. Dan sekiranya bukan karena kelembutan Allah dan kebaikanNya, tentulah kamu lebih berhak untuk mendapatkan adzab dan lebih tepat untuk disegerakan siksaNya bagi kamu.

sumber :

AL-MISHBAHUL MUNIR

Fi Tahdzibi Tafsir Ibn Katsir

Lil Imam al jalil ‘Imaduddin Abi al Fida Isma’l bin ‘Umar bin Katsir

I’dadu jamaatin minal ‘Ulama

Bi isyrafi Syaikh Shafiyyurrahman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.