AQIQAH

AQIQAH

1. Pengertian Aqiqah

‘Aqiqah berarti “menyembelih kambing pada hari ketujuh (dari kelahiran seorang bayi) sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah swt berupa kelahiran seorang anak”

2. Hukum Aqiqah

Jumhur (mayoritas) Ulama seperti Iman Malik, Imam Asy-Syafi’I, dan Imam Ahmad mengatakan bahwa hukum ‘aqiqah adalah Sunnah.

3. Pelaksanaan ‘aqiqah

a. Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran anak berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ، وَيُسَمَّى (رواه أحمد

Seorang anak tertahan (tergadai) hingga ia di-‘aqiqah-i, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya, dipotong rambutnya dan diberi nama.(HR. Ahmad)

b. Jumlah kambing sembelihan untuk ‘aqiqah adalah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan.

عن الغُلام شَاتانِ مُكَافِئَتَان و عن الجارِيَة شاةٌ. (رواه احمد

(Aqiqah) untuk anak laki – laki adalah dua kambing dan untuk anak perempuan satu kambing. (HR. Ahmad)

4. Mencukur rambut bayi

a. Menghilangkan kotoran/penyakit dengan memotong rambut bayi

مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُوا عَنْهُ الأَذَى

Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (HR. Al-Bukhari).

b. Bershadaqah senilai perak seberat timbangan rambut bayi (setelah dicukur)

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ فَقَالَ :” زِنِى شَعَرَ الْحُسَيْنِ وَتَصَدَّقِى بِوَزْنِهِ فِضَّةً …”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan Fatimah dan bersabda: “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya”.(H.R Al-Hakim dan Al-Baihaqy)

5. Memberi nama yang baik untuk bayi

انتُم تُدْعَوْنَ يومَ القيامةِ باسمائِكم و اسماءِ ابائكم, فاَحسِنُوا اسماءَكم. (ابو داود و اخرجه ايضا احمد
Kamu akan dipanggil kelak di hari kiamat, nama-namamu dan nama-nama orang tuamu, maka baguskanlah nama-namamu (HR. Abu Daud dan juga oleh Ahmad, Darimi dan Ibnu Qayyim berkata bahwa sanadnya hasan).

DOA UNTUK BAYI

عن ابنُ عبّاس رضيى الله عنه قال :

كان رسول الله ص م يُعَوِّذُ الحسَن و الحُسَين و يقول : اِنّ ابراهيمَ كان يعوّذ إسماعِيلَ و إسحاقَ

“أعُوذُ بِكلِماتِ الله التاَّمَّةِ مِن كل شيطانٍ و هامّةٍ و مِن كل عَيْنٍ لامَّةٍ”

Menurut hadits Ibnu Abbas yang berkata : Rasulullah SAW memohon perlindungan bagi Hasan dan Husain dan bersabda : Sesungguhnya Nabi Ibrahim memohon perlindungan bagi Ismail dan Ishaq :

Aku mohon perlindungan untukmu dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna, dari setiap syetan, dan segala gangguan,

dan dari setiap pandangan yang penuh kebencian

(diriwayatkan oleh Bukhari)

Posted on September 25, 2010, in Aqiqah. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Assalamu’alaikum
    saya pernah membaca bahwa malaikat meniupkan ruh pada janin ketika janin tersebut berusia 120 hari (4 bulan). yang saya tanyakan, hadist atau surat apa dan ayat berapa pendukung dari pernyataan di atas.
    wassalamu’alaikum

    • وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا (١٤)آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
      (12). Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (13). Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (al-Mukminun 12 – 14)

      حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ فَيُكْتَبُ عَمَلُهُ وَأَجَلُهُ وَرِزْقُهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ….
      Dari Abdullah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menceritakan kepada kami: ”Sesungguhnya salah seorang di antara kamu dikumpulkan pada perut ibunya selama 40 hari, kemudian ia menjadi segumpal darah sama seperti itu (selama 40 hari), kemudian ia menjadi segumpal daging sama seperti itu (selama 40 hari), kemudian Allah ta’aala mengutus malaikat kepadanya dengan membawa empat kalimat: ditulis amalnya, ajalnya, rezekinya, apakah ia sengsara atau bahagia. Kemudian dihembuskan kepadanya ruh. …” (HR Bukhary