PESAN UNTUK SAUDARAKU YANG AKAN MELAKSANAKAN IBADAH HAJI

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَللهمَّ صَلِّ عَلَى محمدٍ وعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

Wahai saudaraku.

Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada Anda. Karunia agung yaitu kemampuan untuk memenuhi panggilanNya, melaksanakan rukun Islam yang ke 5, berhaji di baitullah.

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imron: 97)

Wahai Saudaraku, Anda akan mengunjungi rumah yang paling suci di dunia, di tempat yang paling mulia, sebagai tamu raja di raja, Penguasa langit dan bumi, Yang Maha Suci, Maha Perkasa lagi Maha Mulia, maka janganlah hatimu tertuju pada selain-Nya. Ikhlaskanlah tujuan Anda untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingatlah bahwa seorang hamba akan mendapatkan pahala sesuai dengan niatnya.

إِنَّما الأَعْمَالُ بالنِّيَّاتِ وإنَّما لكُلِّ امْرِىءٍ ما نَوَى فَمَنْ كانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ، ومَنْ كانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيا يُصِيبُها أو امْرأةٍ يَنْكِحُها فَهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليه

“Segala amalan itu bergantung pada niatnya, dan seseorang itu hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka berarti hijrahnya tersebut karena Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan niatnya tersebut”   (H.R Bukhari)

Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah wahai saudaraku untuk meluruskan niat. Karena dengan memurnikan niat hanya untuk Allah, maka betapapun kepayahan dan kesulitan yang Anda jalani, sejak awal ketika Anda menyisihkan sebagian harta untuk berhaji, mempersiapkan diri, ketika Anda melaksanakan thawaf, sa’i, thawaf, wuquf, jumrah, dan amalan lainnya, akan mendapatkan pahala berlipat dan balasan terbaik dari sisiNya.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (Q.S Al-Bayyinah : 5)

Wahai saudaraku, Perhatikanlah ketika Sahl bin Abdullah rahimahullah ditanya: “Apakah yang paling berat atas jiwa?” Beliau menjawab: “Keikhlasan, karena jiwa yang ikhlas tidak mendapatkan keuntungan pribadi”.

Wahai saudaraku, janganlah Anda termasuk dari mereka yang melaksanakan haji karena riya (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar), agar mendapat penghormatan dan pujian manusia, atau agar mendapat gelari Haji. Sesungguhnya perbuatan seperti itu tidak akan mendatangkan hasil apapun dari ibadah haji, kecuali hanya keletihan dan kepayahan. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dari riya, karena riya’ adalah kesyirikan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan tentang bahaya riya’ dengan sabdanya:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ، قِيلَ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil”. Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu ? Beliau menjawab : “Riya”. (H.R Ahmad).

 Wahai Saudaraku, hari-hari haji adalah hari-hari ketaatan. Anda dan semua orang yang menjalankan ibadah haji akan melafalkan syi’ar tuhid:

لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك، لا شريك لك لبيك

Wahai saudaraku. ketika lisan Anda mengucapkan Labbaika, berarti Anda datang memenuhi panggilan Allah yang memerintahkan Anda  untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Maka janganlah Anda palingkan hati dari Allah yang memanggil Anda, dan memberikan kemampuan kepada Anda untuk memenuhi panggilanNya melaksanakan ibadah haji.

Wahai saudaraku, tingkatkanlah ketaatan untuk beribadah dan bersemangatlah berdo’a pada hari Arafah. Sesungguhnya ketaatan Anda kepada Allah saat Anda di tanah suci, berdoa kepada Allah di ‘Arafah, telah membuat para setan menjadi kecil dan terhina. Rasulullah bersabda:

مَا رُئِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيهِ أَصْغَرُ ، وَلَا أَدْحَرُ ، وَلَا أَحْقَرُ ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ وَمَا ذَاكَ إِلَّا لِمَا رَأَى مِنْ تَنَزُّلِ الرَّحْمَةِ ، وَتَجَاوُزِ اللَّهِ عَنِ الذُّنُوبِ الْعِظَامِ ، إِلَّا مَا أُرِيَ يَوْمَ بَدْرٍ

“Setan tidak pernah terlihat lebih kecil, lebih terhina dan iri hati  dari Hari Arafah, hal itu karena ia menyaksikan turunnya rahmat dan ampunan Allah terhadap dosa besar, kecuali apa yang aku saksikan pada Perang Badar”. (H.R Malik)

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidaklah ada hari yang lebih banyak padanya hamba yang Allah bebaskan dari neraka melebihi Hari Arafah, dimana Allah mendekat dan membanggakan mereka pada para malaikat, dimana (Allah) berfirman:”Apa yang mereka harapkan?” (H.R Muslim, Nasai dan Ibnu Majah)

Wahai Saudaraku, bersemangatlah untuk berdoa pada hari ‘Arafah.

أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمَ عَرَفَة

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah”.  (H.R. Malik)

خَيْرُ الدّعاَءِ دُعَاءُ يوم عَرَفة ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لاَ إله إلا الله وَحْدَه لا شَريكَ لَه ، له المُلْك ، وَله الحَمْد ، وَهو على كلّ شَيءٍ قدير

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik ucapan yang aku ucapkan serta diucapkan pula oleh para Nabi sebelumku adalah Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku wa lahulhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qodir”  (H.R. At-tirmidzi)

Wahai saudaraku, hindarkanlah diri Anda dari segala perbuatan yang dapat merusak ibadah haji.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. (Al-Baqarah: 197)

Wahai Saudaraku, hindarilah;

  1. Rafats maksudnya adalah jima’,  perbuatan yang menjurus padanya atau ucapan-ucapan tidak senonoh.
  2. Fusuq yaitu kefasikan. Fusuq berarti keluar. Maksudnya keluar dari ketaatan. Ibnu Umar berkata bahwa kefasikan yang dimaksud dalam ibadah haji adalah bermaksiat pada Allah ‘Azza wa Jalla dalam keadaan ihram ketika menunaikan haji.
  3. Jidal atau perdebatan, maka Imam Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan: tidak diperbolehkan melakukan perdebatan di waktu atau tempat pelaksanaan haji.

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang menunaikan haji dan ia tidak berbuat rafats ataupun kefasikan, maka ia kembali seperti ia dilahirkan dari perut ibunya”  (H.R Bukhari dan Muslim).

Wahai saudarau, sesungguhnya Allah telah melimpahkan kelebihan kepada Anda, memberikan kemampuan bekal kepada Anda untuk melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, ada perbekalan yang sudah semestinya Anda siapkan, sehingga membuat haji Anda mabrur adalah taqwa. Tidak ada kebaikan pada ibadah haji yang bercampur dengan kemaksiatan. Karena haji adalah musim ketaatan dan medan ketakwaan. Orang yang bermaksiat pada Allah dalam ibadah haji, maka berarti ia merugi.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa ”  (Al-Baqarah 197)

Wahai saudaraku, sesungguhnya balasan bagi haji mabrur adalah surga.

الحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الجَنَّةَ

“Haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan surga”  (H.R Muslim)

Wahai saudaraku, Kami mendoakan sebagaimana doa Rasulullah Shallallahi ‘Alaihi Wasallam.

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Semoga Allah membekalimu dengan taqwa, mengampuni dosamu, dan mempermudah kebaikan bagimu dimanapun kamu berada ” (HR. At-TIrmidzi)

قَبِلَ اللَّهُ حَجَّكَ ، وَكَفَّرَ ذَنْبَكَ ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ

“Semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti biaya yang kamu keluarkan (untuk haji)” (HR. At-Thabrani)Gambar

Posted on September 30, 2012, in Tak Berkategori and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada PESAN UNTUK SAUDARAKU YANG AKAN MELAKSANAKAN IBADAH HAJI.

Komentar ditutup.