Apa Setelah Ramadhan?

Ringkas Dari Khutbah Syaikh Abdurrahman As-Sudais

 مَاذَا بَعْدَ رَمَضَانَ؟

Apa Setelah Ramadhan?

Ramadhan, bulan ketika manusia muslim kembali kepada Allah, akan tetapi betapa cepatnya mereka kembali kepada keadaan sebelum Ramadhan saat bulan suci itu berlalu.

Ramadhan telah berlalu, sebagian manusia mendapatkan kebaikan di dalamnya dan sebagian lain menjalaninya dengan keburukan. Ramadhan akan menjadi saksi kabaikan yang kita lakukan atau akan menjadi saksi kejelekan yang kita perbuat di dalamnya, menjadi saksi kebaikan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa dan mendirikan shalat malamnya, menjadi saksi keburukan atas orang-orang yang lalai dan berpaling. Dan kita tidak mengetahui “apakah kita masih akan bertemu lagi dengan Ramadhan, ataukah kematian akan menjadi penghalang bagi kita untuk bertemu dengannya?”

Ramadhan berlalu secepat kilat dan serasa hanya sekejap mata. Bulan penuh berkah itu telah berlalu dari umur kita. Maka hendaklah setiap orang membuka lembar muhasabah untuk dirinya sendiri “amal apa yang telah ia lakukan? Kebaikan apa yang telah dia dapatkan? Seberapa besar pengaruh dan hasilnya dalam kehidupan? Dan seberapa pengaruhnya dalam amal dan akhlak?”

Pertanyaan yang seharusnya diulang-ulang adalah “Apakah setelah Ramadhan kita akan berusaha agar ibadah Ramadhan kita diterima dengan bertekad untuk melanjutkan amal-amal shaleh?” Dan “Apakah kita akan mengikuti generasi terdahulu (salaf) rahimahumullah yang hati mereka selalu gelisah setelah Ramadhan karena khawatir amal mereka tidak diterima?” Sesungguhnya mereka selalu berdo’a setelah Ramadhan agar amal ibadah mereka diterima. Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan dari Ma’la bin Al-Fadhl: “Sesungguhnya mereka (para salaf ash-shalih) berdo’a kepada Allah selama enam bulan (setelah Ramadhan) agar ibadah mereka di bulan Ramadhan diterima oleh Allah.” Dan bersamaan dengan itu mereka bersungguh-sungguh menyempurnakan amal serta takut amal mereka tidak diterima.

Aisyah pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang firman Allah dalam surat Al-Mukminun ayat 60 (Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut): “Apakah ayat itu tentang orang yang berzina, mencuri, dan meminum arak?” Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا، يَا بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ -أَوْ لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ- وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ يَصُومُ وَيُصَلِّي وَيَتَصَدَّقُ، وَهُوَ يَخَافُ أَنْ لَا يُقْبَلَ مِنْهُ. (رواه أحمد)

 “Bukan, wahai putri Abu Bakar –atau wahai putri Ash-Shiddiq–, tetapi (ayat itu tentang) orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, dan ia takut amalnya tidak diterima.” (HR. Ahmad)

Wahai orang yang mentaati Allah di bulan Ramadhan, tetaplah taat kepada-Nya di setiap waktu.

اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ

Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. (Asy-Syura: 47)

Sesungguhnya telah jelas perintah untuk istiqamah dalam beribadah pada setiap tempat dan waktu. Perintah untuk beribadah itu tidak dibatasi atau dikhususkan pada sebagian umur atau sebagian waktu yang kita lalui saja. Ibadah harus tetap dilakukan hingga ajal datang.

Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata: “Amal orang beriman itu tidak memilki batas akhir selain kematian.” Lalu dia membaca firman Allah:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Al-Hijr: 99)

Hendaklah kaum Muslimin tidak meninggalkan amal shaleh setelah Ramadhan, tetapi ibadah Ramadhan yang di dalamnya terdapat pelajaran tentang sabar, pengorbanan, ketundukan pada perintah Allah, cinta dan kasih sayang, seharusnya berlanjut menjadi amalan sehari-hari setelah Ramadhan. Betapa buruknya pemahaman sebagian orang Islam yang membuat waktu khusus untuk ketaatan dan waktu khusus lain untuk kemaksiatan, waktu tertentu untuk kebaikan dan waktu lain untuk keburukan.

Sesungguhnya di antara bentuk syukur kepada Allah atas nikmat-Nya berupa puasa dan qiyamu Ramadhan adalah melanjutkan ketaatan kepada-Nya sepanjang masa selama kematian belum datang, karena Tuhan yang disembah oleh Muslim pada bulan Ramadhan, adalah juga Tuhan yang dia sembah di luar bulan Ramadhan dan pada setiap zaman. Lahirnya kebaikan setelah kebaikan adalah di antara tanda dikabulkannya suatu amal kebaikan. Sedangkan di antara bentuk kufur (tidak mensyukuri) nikmat dan tidak diterimanya amal adalah kembali kepada kemaksiatan setelah ketaatan.

Ka’ab pernah berkata: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan sedangkan dia berniat di dalam dirinya bahwa jika telah selesai Ramadhan dia akan kembali melakukan maksiat, maka puasanya tidak diterima dan pintu taufiq telah tertutup di depannya.”

Sungguh memprihatinkan keadaan sebagian orang yang setelah berakhir bulan Ramadhan mereka meninggalkan masjid, meninggalkan shalat berjamaah, meremehkan shalat, meninggalkan ketaatan, tidak lagi membaca Al-Qur’an serta tidak lagi memperbanyak dzikir dan shadaqah. Apalagi kemudian mereka justru berpindah dari ketaatan menuju kemaksiatan dan kemunkaran. Semua itu disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang agama, rendahnya pengetahuan tentang Al-Islam dan syiar-syiarnya serta lemahnya iman.

Janganlah kalian menghancurkan bangunan berupa amal shaleh yang telah kalian bangun di bulan Ramadhan.

وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثاً

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. (An-Nahl: 92)

Kelemahan dan kehinaan yang terjadi pada diri kita saat ini adalah akibat dari ulah kita sendiri dan merupakan dampak dari tidak sungguh-sungguhnya kita dalam mengambil pelajaran dari musim kebajikan dan kebaikan (Ramadhan). Sekiranya umat ini tetap istiqamah dalam ibadah, tidak merusak bangunan kebaikan pada Ramadhan, tidak menyerahkan diri pada godaan syetan dan bala tentaranya, tidak menghentikan kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan, tentulah umat ini –dengan izin Allah– menjadi pembawa cahaya kedamaian dan kemenangan.

Ketika kita merayakan Idul Fitri dengan aman, ingatkah kita kepada sudara-saudara kita di Palestina?  Hari Raya mereka berada dalam keadaan takut dan penuh kengerian perang. Maka jangan lupakan mereka dalam do’a kalian.

Wahai orang-orang yang berniat melakukan kemaksiatan setelah Ramadhan, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya umur sangat pendek dan waktu terbatas. Sampai kapan kalian akan lalai dan berpaling? Bertaubat dan tinggalkan kemaksiatan, karena demikian itulah syukur yang sebenarnya.

Kepada para pemuda, bertaqwalah kepada Allah, jagalah waktu-waktu setelah Ramadhan, sibukkanlah dengan ketaatan kepada Allah, janganlah tertipu dengan perbuatan orang-orang maksiat kepada Allah, dan hindarilah hal-hal yang dapat merusak agama dan melemahkan iman, serta hindarilah teman yang tidak baik.

Wahai para wanita, bertaqwalah kepada Allah dan lajutkanlah ketaatan kepada-Nya setelah Ramadhan. Hindarilah ajakan orang-orang untuk menuju kesesatan dan fitnah.

Wahai para penguasa, bertaqwalah kepada Allah dalam memeganga kekuasaan, jagalah amnat orang-orang yang memberi amanat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (Muhammad: 33)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al-Ahzab: 56)

اللهم صلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُدْوَتِنَا مُحَمَّدٍ

Selengkapnya bisa disimak di: sini

atau dibaca di: sini

Iklan

Posted on Juli 6, 2017, in Tak Berkategori and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s